Senin, 16 Mei 2011

Cerita Sex Kakakku

Namaku Agi, usiaku 22 tahun. Aku mau menceritakan pengalaman seksku bersama kakakku yang bernama Wita. Usianya 27 tahun. Langsung saja, kak Wita mempunyai tubuh yang tinggi, putih, dan seksi. Terutama dada dan pantatnya. Awal mulanya waktu aku SMU kelas satu dan waktu itu kak Wita baru tamat kuliah. Jadi dia sedang mencoba melamar kerja dan lebih sering dirumah. Suatu hari, aku pulang sekolah kulihat kak Wita sedang nonton tv, lalu aku ganti pakaian dan bergabung dengannya sambil membaca majalah. Kak Wita nonton sambil tiduran sehingga terlihat pahanya yang putih mulus. Mataku tak lepas memandangnya sampai akhirnya kak Wita mengetahui kalau aku sedang mengintip cdnya.
"hei, melihat apa?" sentaknya
"udah tahu tanya!" ujarku
Aku dan kak Wita selalu terbuka dalam segala hal. Makanya aku tidak terkejut saat dia memergokiku.
"lagian siapa suruh buka paha lebar-lebar" ujarku lagi
"uh.. dasar!!" umpatnya
"wajar dong aku pengen tau!" sahutku lagi
"kamu mau tahu...?" tanyanya
"hah.... bener?" aku balik tanya
"tapi gantian, nanti kamu tunjukkan juga punya kamu!" ujarnya lagi
"iya... tidak apa-apa!"
"ayo... mumpung rumah kosong, tapi ini rahasia ya....!!" ujarnya

Dia membuka bajunya. Jantungku mau copot melihat kemulusan tubuh kak Wita. Terutama dadanya yang menantang. Baru kali ini aku melihat cewek bugil didepanku (selain film porno).
"sudah.... kan, sekarang buka baju kamu" pintanya
Aku lalu membuka baju dan celanaku. Dan kutunjukkan penisku yang sudah tegang.
"Eh... hidup tuh...!" ujarnya sambil tertawa.
Aku bisa saja memperkosanya, cuma aku masih berpikir kalo dia kakakku.
"pernah onani nggak?" tanyanya
"sering, kakak?" tanyaku
"kadang-kadang.. kalo lagi suntuk saja" jawabnya.
"mau kubantu onani gak?" ujarku
"hah..... " kak Wita terkejut
"Biar aku jilatin vagina kakak, kayak di BF, kan asyik" ujarku lagi
"cuma jilatin.... " sahutnya
"iya.... tapi nanti kakak kocokin penisku ya?" kataku
"gak sampe begituankan? soalnya kakak masih perawan!!"
"gak deh, janji" sahutku
"sekarang, kakak tiduran telentang aja, pokoknya nikmat!" sahutku lagi

Lalu dia tiduran, aku bebas menjamah setiap jengkal tubuh mulusnya. Mulai dadanya yang gede, sampai pantatnya kuremas semuanya. Kujilati pentilnya dan vaginanya. Kak Wita mendesah keenakan. Kujilati selangkangannya sampai dia melenguh panjang.
"wah... ternyata nikmat ya... " ujarnya.
Aku hanya tersenyum. "ayo gantian" ujarku
Aku lalu berbaring. Lalu kak Wita mengocok penisku.
"isap dong" pintaku
kak Wita lalu mengisap dan mengocok penisku dimulutnya. Rasanya luar biasa. Aku benar-benar menikmatinya sampai kumuntahkan spermaku dimulutnya.
"aduh... ketelan nih...!" ujarnya
"jahat.... amat nih anak!"
"udah gpp, kan enak... protein tuh...!" ujarku sambil tertawa
Dia pun ikut tersenyum. Kami lalu berpakaian. Dan aku keluar dari kamarnya sambil tersenyum.

Mulai saat itu kami sering saling menjilat dan menghisap. Kami sering nonton BF yang kusewa, biar makin belajar. Kak Wita mulai jago mengisap dan dia mulai suka menelan spermaku. Kadang kalo kami melakukannya dengan gaya 69. Aku juga sudah mulai berani menggesek penisku di bibir vaginanya. Dia pun sangat menyukainya. Selagi, aku tidak memasukkan penisku kedalam vaginanya, kak dewi diam saja. Kapan ada kesempatan, kusuruh kak Wita mengisap penisku. Pernah diisapnya penisku waktu aku diwarnet, kak dewi jongkok dibawa meja. Sampai akhirnya dia menikah. aku gak pernah lagi, soalnya dia pindah rumah. Hari-hariku berjalan biasa aja. Kalo aku pengen, aku hanya onani aja.

Sampai suatu hari, sewaktu aku pulang kuliah lebih cepat dari biasanya. Aku kedapur, dan aku terkejut sekali. Kulihat mama sedang mengisap rokok, soalnya papa paling marah kalo mama ngerokok. Mama terkejut melihatku.
"jangan bilang papa ya...!" bujuknya. Aku hanya diam saja.
"kamu sering onanikan dikamar kamu?" ujar mama. Aku terkejut mendengarnya
"kita impas.... saling jaga rahasia!" ujarnya lagi
"mama.... akan bantu kamu onani... asal kamu gak bilang papa!" ujarnya lagi.
Mama lalu membuka celanaku dan mengocok penisku, mengulumnya dimulutnya. Aku hanya diam dan menikmatinya. Sampai aku menyemprotkan maniku dimulutnya.

Sejak itu aku ada pengganti kak Wita. Tiap aku terangsang, selalu ada mama yang membantuku. Tapi aku gak pernah minta yang macam-macam selain di isapin aja. Terus terang, mama pun orangnya cantik. Paling aku cuma mandi bareng ama mama, terus mama melakukan tugasnya seperti biasa. Mengisap penis anak lelakinya. Tapi aku gak pernah menjilati vagina mama, paling hanya kuelus saja. Soalnya kebutuhan biologis mama sudah terpenuhi sama papa. Sekitar 3 bulan, mama janji gak akan merokok lagi padaku karena penyakitnya. Tapi kebutuhanku akn terus dipenuhinya. Tapi aku ngak mau lagi, soalnya aku kasihan sama mama. Mulai itu aku sendiri lagi beronani ria.

Sampai tiba saatnya hari ulthku. Aku mendapat sms ucapan ultah dari kak Wita. Dia menyuruhku kerumahnya. Kebetulan, aku sudah lama pengen diisapnya. Sampai dirumahnya, aku di sambut senyuman manisnya.
"met.. ultah" ujarnya
"minta kadonya..!" ujarku
"apaan.......?" tanyanya
"terserah... " ujarku
Lalu dia menutup pintu dan menarikku kekamar.
"ayo... buka baju dan tiduran aja, dah lamakan... " pintanya
Aku membuka bajuku dan tidur telentang. Kak Wita juga membuka seluruh bajunya. Lalu mendekatiku. Dia lalu melahap penisku, menjilati pantatku. aku hanya menahan nikmat.
Lalu dia menjilati dadaku.
"Ini aja kadonya ya..... " ujarnya sambil mengelus vaginanya
aku terkejut campur senang.
lalu dia menduduki pahaku, memegang penisku dan dimasukkannya pelan-pelan ke vaginanya. Uppss.... rasanya nikmat sekali penisku didalam vaginanya. kak Wita terus bergoyang naik turun. ahh.. ngghh.... ena.. aak... erangku.

Kak Wita terus bergoyang sambil menjerit kecil. Dadanya yang naik turun langsung kuremas. Lalu kubalikkan posisinya kebawah. Dan aku gantian memompanya dari atas. ng... ogh.... trus... agh..... erangnya. aku terus memompa sampai akhirnya dia mengerang panjang ahh... ah..... ahhh...... otot vaginanya berkontraksi meremas-remas penisku. Aku makin cepat bergoyang dan ahhh...... oh..... ah....... kusemprotkan spermaku didalam rahimnya.
"sorry.. kak kelepasan..!" ujarku
"gak apa-apa...! aku minium pil kok!" ujarnya
"wah.... hadiah paling berharga nih... nikmat...!" pujiku
Dia hanya tersenyum
"Bang andi, pulang sore kok... jadi kakak tiap hari sendiri di rumah!"
"jadi aku bisa sampai sore nih.....!" sahutku
Aku istirahat dan aku mulai mencumbuinya lagi sampe sore. Kami melakukannya 3 kali. Aku benar benar terpuaskan oleh kakakku.

Jam 5 aku pamit pulang.
"kalo kamu mau lagi.... datang saja siang, tapi telepon dulu ya....!" ujar kakakku
"Ok... deh" sahutku
"tapi.. kamu jangan suka jajan... nanti terkena penyakit!" ujarnya lagi
"ngapain jajan, kan ada ini......!" ujarku sambil meraba vaginanya.
Aku lalu pulang dengan hati yang sangat puas. Seminggu berturut-turut aku terus kerumah kak Wita sampai aku bolos kuliah. Tapi kak Wita melarangku, soalnya gak mungkin setiap hari, karena kak Wita juga harus melayani bang andi. Kalo sekali-kali bolehlah. Aku pun menurutinya. Pali sekarang aku kesana 1 minggu sekali. Bahkan kadang 2 minggu sekali. Kalo aku benar-benar pengen. Dan kak Wita selalu mau menuntaskan birahiku. sampai sekarang sudah 2 tahun. Kak Wita sudah mempunyai anak 1 orang. Tapi itu bukan anakku, soalnya kak Wita ber kb, lagian aku lebih sering nembak diluar(dimulutnya kusemprotkan) daripada didalam rahimnya. Bahkan aku pernah melakukannya waktu dia hamil. Kalo sekarang aku sudah jarang, soalnya dia sudah menjadi ibu. Paling banyak sebulan 2 kali aku kerumahnya dan melakukannya. Biarpun sudah punya anak, vagina kak Wita masih sempit dan nikmat. Soalnya dia minum jamu.

Sekarang kalo dirumah, mama sering senyum-senyum melihatku karena perbuatan kami dulu. Terkadang kalo duduk dekat mama, dia sering memegang penisku sambil tersenyum. Kadang mama juga ngajakku mandi sama dan dengan bebas aku boleh memegangi setiap jengkal tubuhnya. Walaupun mama umurnya 46, tapi masih seksi abis. mama ikut fitnes di******** jadi masih montok dan gak gemuk. Dadanya juga gede dan kencang. Terus terang aku terangsang melihat tubuh mamaku. Mama mengajakku mandi bareng tapi gak pernah mengajakku berhubungan intim, palin dia cuma melihatku onani saja. Karena kebiasaan itu, aku pernah mengajak mama berhubungan intim. Waktu itu aku abis nonton BF, trus aku masuk kekamar mama dan mencumbui mama. Mama hanya diam saja dan tetap melayaniku. vagina mama juga masih nikmat kok. Mama ngak marah, dia hanya berpesan jangan ada yang tahu dan kalo aku mau begituan jangan sama sembarang orang. Mama menganggap semua perbuatanku itu cuma pelajaran dan pengalaman buat aku saja. Aku ngak sering kok ngajak mama berhubungan intim. Kalo kami mandi bareng, baru aku minta, soalnya aku sudah jelas terangsang banget ngeliat tubuh mama bugil. Mama gak pernah minta, aku gak tahu kenapa. Tapi kalo aku kepengen, pasti mama mau melayani aku. Asal aman mama pasti mau. Dia kasihan melihat aku onani sendirian dikamar, mendingan ajak mama katanya. Tapi aku sekarang berusaha untuk mengurangi kebiasaan untuk mengajak mama, karena aku mulai dewasa. Itulah pengalaman seksku yang mungkin aneh sekaligus bejat.
TAMAT

1 komentar: